Manusia dan Cinta Kasih
Cinta adalah sebuah perasaan atau sesuatu hal yang sering kita rasakan pada saat kita menyayangi seseorang atau bertemu pada pandangan pertama. Cinta memiliki banyak arti dari setiap orang-orang yang mendefinisikannya. Tidak hanya manusia, makhluk-makhluk bumi seperti hewan maupun tumbuhan juga mempunyai rasa cinta. Kasih adalah sebuah rasa untuk mengungkapkan seberapa kuat cinta seseorang kepada orang-orang yang ia cintai.
Pengertian Kasih Sayang
Menurut kamus berarti perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka pada seseorang. Kasih sayang tumbuh berasal dari perasaan cinta. Dalam kasih sayang ini, sadar maupun tidak sadar kita akan dituntut untuk bertanggung jawab, pengorbanan demi cinta, jujur antar satu sama lainnya, saling mengerti dan percaya, terbuka dan tidak saling menyimpan rahasia, sehingga keduanya saling dapat menjaga rasa kasih sayang tersebut. Di dalam keluarga, kasih sayang adalah merupakan dasar komunikasi antar keluarga. Seperti antar orang tua dengan anaknya, ataupun pada tante, om, dan saudara terdekat maupun yang jauh. Di dalam komplek perumahan juga dapat muncul rasa kasih sayang seperti saling peduli antar tetangga, saling rasa berbagi jika ada sesuatu hal yang lebih pada tetangga, dan sebagainya.
Macam-macam cinta dalam agama
1. Cinta Diri
Cinta diri dapat diartikan sebagai cinta terhadap diri sendiri, peduli terhadap diri sendiri, dan menjaga diri sendiri. Mengembangkan potensi, memuaskan diri pada sesuatu hobi, ataupun mencintai sesuatu hal yang yang mendatangkan sebuah kebaikan pada diri manusia adalah suatu hal yang manusia senangi dalam kehidupan. Lalu ada juga manusia benci yaitu seperti sesuatu hal yang akan menghalangi kepuasan dirinya. Seperti contohnya rasa sakit yang tiba-tiba muncul, Akan tetapi, ada hal baiknya seperti tidak mencintai diri sendiri secara berlebihan. Ada baiknya jika kita mencintai diri sendiri dibataskan atau diimbangi dengan mencintai orang lain juga.
2. Cinta kepada sesama manusia
Cinta kepada sesama manusia adalah sebuah hal yang sangat umum. Mencintai sesama manusia seperti pacar, teman, maupun keluarga. Cinta ini didorong karena kemauan untuk melindungi, peduli, dan menjaga orang-orang yang kita cintai. Oleh karena itu, kita harus dapat mengimbangi rasa cinta terhadap diri sendiri dengan cinta kepada sesama manusia. Rasa egois pada diri sendiri dapat menghancurkan cinta kepada sesama manusia.
3. Cinta Seksual
Cinta seksual adalah sebuah dorongan seksual seperti pasangan suami istri. Fungsi ini adalah untuk melahirkan keturunan.
4. Cinta Keibuan
Cinta keibuan adalah sebuah rasa cinta yang berasal dari sang ibu. Ibu yang melahirkan anaknya, berjuang untuk membesarkan anaknya, melindungi anaknya hingga dewasa. Ikatan antara ibu dengan anaknya akan terjalin dengan ikatan fisiologi.
5. Cinta Kebapakan
Cinta kebapakan berbeda dengan cinta keibuan. Cinta kebapakan merupakan dari dorongan psikis. Dorongan ini muncul dari ikatan seorang bapak dengan anaknya. Bapak merupakan sumber dari kesenangan, kekuatan, kebanggaan, kebahagiaan, dan itu semua merupakan peran dari seorang bapak kepada anaknya. Rasa cinta seorang bapak dapat muncul seperti memberi nasehat, arahan, pengasuhan, dan lain sebagainya.
6. Cinta kepada Tuhan
Cinta kepada Tuhan adalah puncak kecintaan pada manusia. Manusia harus mencintai pencipta-Nya dengan cara menyembahnya dalam aturan agama. Ini merupakan hal wajib yang dilakukan oleh umat manusia. Tuhan menciptakan kita dengan segala kehidupan yang sudah diatur masing-masing oleh-Nya. Kita harus bisa bersyukur dan terus mencintai-Nya agar rasa cinta kita tidak berkurang.
Contoh Kasus
JAKARTA, KOMPAS.com — Eci Amanda (25) ditangkap polisi karena membekap hingga tewas anak pertamanya, Putri Amanda, yang baru berusia dua tahun sembilan bulan.
Eci, istri dari Syafrizal (28), ditangkap di rumah kontrakan mereka di Jalan Kartini 13 Nomor 4 RT 13 RW 02 Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Kartini, Jakarta Pusat,
Jumat (15/1/2010) malam. Kawasan tersebut merupakan daerah perkampungan padat yang banyak dihuni warga kelas menengah-bawah, termasuk para pekerja malam.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat Komisaris Suwondo Nainggolan yang dihubungi, Sabtu, mengatakan, Eci Amanda diduga sering menyiksa putrinya.
”Berdasar otopsi terhadap jenazah Putri Amanda, didapati lebam pada paru. Bayi tersebut mati lemas,” kata Nainggolan.
Putri Amanda diketahui mati lemas pada Jumat malam sekitar pukul 21.00. Sekitar satu jam sebelumnya, Putri masih disuapi makan oleh Eci.
Syafrizal kepada polisi mengaku, Eci kerap menyiksa putrinya jika ada permintaannya yang tidak dituruti Syafrizal. Syafrizal bekerja sebagai pedagang makanan yang
hidup sederhana. Suwondo mengatakan, belum tahu apakah soal ekonomi ikut jadi faktor pemicu kekerasan Eca Amanda kepada putrinya.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Pusat Inspektur Satu Sentike Bosayor mengatakan, Eci mengaku membekap anaknya hingga tewas karena kesal
Putri menangis tanpa henti. Putri Amanda dibekap sekitar 30 menit hingga mati lemas di tangan ibunya.
”Dia sudah kami periksa kemarin. Pemeriksaan kami hentikan karena dia sakit pendarahan pada gusi. Hari ini (Minggu), dia akan diperiksa kondisi kejiwaannya di RSCM,”
Minggu, 17 Januari 2010 | 07:20 WIB KOMPAS.com
Pendapat:
Menurut pendapat saya ini sangat miris apalagi seorang ibu yang membunuh darah dagingnya sendiri. Menyiksa anaknya hingga luka lebam. Kasus untuk seperti ini mungkin sudah hal yang biasa disekitar kita, akan tetapi apa harus dijadikan budaya? Mungkin faktor ekonomi tidak mengharuskan anaknya meninggal secara mengenaskan yaitu dibekap hingga meninggal. Seharusnya sang ibu berusaha terbaik untuk anaknya. Membesarkan anaknya hingga dewasa dan dapat membantu ekonomi sang ibu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar