Senin, 11 Juli 2016

Tugas Ilmu Budaya Sosial (Kejahatan Seksual, salah siapa?)

Kejahatan Seksual, Salah Siapa?

Sudah maraknya berita-berita di tayangan televisi tentang kejahatan seksual. Jujur saja kejahatan seksual ini sudah marak terjadi di daerah-daerah. Kejahatan sudah dilakukan oleh pelaku dari SD, begitu miris-nya kita melihat anak-anak di bawah umur sudah melakukan hal seperti ini. Kurang-nya pengawasan orang tua terkadang membuat anak-anak sudah melakukan seperti ini. Mencari siapa yang bersalah dari kejahatan seksual ini sebenarnya pelaku yang melakukan yang harus dihukum sesuai dengan undang-undang yang tertera. Seperti kasus pemerkosaan yang terjadi pada yuyun, jujur kita miris mendengarnya. Untuk tidak terjadi seperti ini undang-undang harus ditegaskan karena kejahatan-kejahatan seksual seperti ini merusak citra dan perilaku.

Mohon maaf bila ada kata yang salah, karena ini hanya untuk memenuhi tugas.

Tugas Ilmu Budaya Sosial (Manusia dan Harapan)

Manusia dan Harapan

Harapan, setiap manusia memiliki sebuah harapan. Harapan berasal dari kata harap yaitu sebuah keinginan. Semua harapan manusia ingin semua terjadi atau tercapai harapannya. Manusia hidup dalam sebuah harapan, jika manusia tidak mempunyai harapan maka manusai tersebut mati dalam hidup. Tidak mempunyai sebuah harapan untuk di masa depan. Bahkan orang yang meninggal pun mempunyai harapan, tetapi dalam bentuk biasanya pesan-pesan kepada ahli warisnya.

Harapan tergantung pada pengalaman hidup, kemampuan setiap umat manusia. Seperti contoh ketika seseorang ingin membeli sebuah rumah, maka keinginan tersebut harus diikuti seperti berapa uang yang ia punya untuk membeli rumah tersebut, atau seorang anak bercita-cita ingin menjadi seorang pilot maka dia harus belajar dengan tekun agar cita-citanya tercapai.

Dari mana asal harapan tersebut?
Harapan tersebut muncul dari dalam diri manusia sesuai dengan keadaan-nya, dorongan, dan sifat yang muncul dalam diri manusia. Ada harapan yang harus dicapai manusia agar ia merasa puas, keinginan terpenuhi, dan rasa bahagia yang muncul jika kita sudah mencapainya. Tetapi semua itu butuh proses agar harapan tersebut tercapai. Usaha tidak cukup jika tidak dibarengi oleh doa. Tuhan mengatur semua dan manusia hanya bisa berusaha, jika tidak dibarengi oleh doa, maka Tuhan tidak akan mengabuli harapan kita agar tercapai. Jadi faktor usaha dan doa juga penting dalam mencapai harapan tersebut.