Nama :
Muhammad Rizki Ramadhan
NPM :
54415760
Kelas :
1IA15
I.
Ilmu
Sosial Dasar
Menurut pendapat saya
sendiri bahwa Ilmu sosial dasar sendiri dapat diartikan sebagai ilmu yang di
mana mempelajari tentang tingkah laku manusia sebagai makhluk yang bisa bersosial,bermasyarakat
berkumpul antar sesama manusia itu sendiri. Ilmu sosial dasar menjadi salah
satu mata kuliah dasar umum di perguruan tinggi. Di dalam mata kuliah ini akan
dibahas beberapa aspek yaitu:
·
Paham
dan mendalami diri Pancasila
·
Berketuhanan
YME
·
Berwawasan
yang komprehensif
·
Wawasan
budaya
1. Paham dan mendalami diri Pancasila
Pancasila adalah
sebuah ideologi dasar untuk negara Indonesia. Pancasila berasal dari bahasa
sansekerta yang berarti 5 sila. 5 sila tersebut adalah
·
Ketuhanan
yang maha esa
·
Kemanusiaan
yang adil dan beradab
·
Persatuan
Indonesia
·
Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
·
Keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pancasila dilambangkan
dengan burung garuda yang ditengahnya terdapat perisai yang berisi kelima
lambang masing2 mewakili sila-sila pancasila.
·
Ketuhanan
yang maha esa
Ketuhanan maha esa
adalah sila pertama di pancasila. Sebelum berganti nama menjadi “ketuhanan yang
maha esa”, sila tersebut masih bernama “ketuhanan dengan kewajiban menjalankan
syariat-syariat islam bagi pemeluknya”. Sila pertama ini berartikan bahwa Tuhan
dan agama adalah hal yang pertama dari sila-sila lainnya. Pancasila memberi
aturan bahwa agama adalah hal yang diutamakan sebelum aturan lainnya karena
agama memberi kita fondasi. Di dalam agama sendiri sudah ada peraturan yang
menyangkut sila-sila lainnya. Seperti contoh, di dalam agama kita tidak boleh
melakukan kejahatan seperti pencurian, pembunuhan karena itu adalah tindakan
dosa yang sangat berat. Dalam sila pertama ini pengaplikasian terhadap ilmu
sosial ini sangat terhubung karena menyangkut kehidupan manusia. Dalam
pengaplikasian di kehidupan adalah kita saling menjaga silaturahmi sesama agama
dan agama lainnya. Walau berbeda tapi kita tetap satu. Saling membantu walau
beda agama dan sebagainya. Saling menghargai dan menyatu untuk menjungjung
tinggi sila pertama.
·
Kemanusiaan
yang adil beradab
Di sila kedua ini
menjelaskan bahwa sesama manusia walau berbeda agama, kaum, suku, negara, dan
lainnya kita harus adil dan hidup secara beradab sesuai aturan pancasila.
Pancasila memberi kita aturan bahwa kita harus hidup dengan adil supaya kita
tidak membedakan kasta di masyarakat. Aplikasi dalam kehidupan adalah kita
selalu adil dalam memberi keputusan agar tidak ada dendam dan sebagainya. Adil
dalam memberi sesuatu agar tidak terjadi iri/dengki antar sesama manusia.
Rakyat mempunyai adab yang menunjukkan bahwa mereka adalah rakyat yang
mempunyai aturan-aturan agar bisa lebih mandiri dan menunjukkan bahwa rakyat Indonesia
mempunyai adab yang diunggulkan dari negara lainnya.
·
Persatuan
Indonesia
Sila ketiga ini
Indonesia harus bersatu agar tidak terpecah belah. Mungkin dari kita
mengucapkan bahwa Indonesia harus bersatu itu mudah tapi melakukannya itu
sulit. Soekarno susah payah untuk menyatukan Indonesia. Di lambang pancasila
ada semboyan “Bhineka tunggal ika” yang artinya “walau berbeda-beda tapi tetap
satu”. Semboyan ini menunjukkan bahwa Indonesia walau berbeda agama dan suku
tapi harus tetap satu dalam memajukan negara Indonesia. Pengaplikasian dalam
kehidupan adalah kita bersatu walau kita berbeda satu sama lain, saling
membantu dalam menghadapi kendala dalam masalah negara kita.
·
Kerakyatan
yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Di sila keempat ini
negara Indonesia harus mempunyai pemimpin untuk rakyatnya dimana pemimpin itu
harus bijaksana dalam pengambilan keputusan yang sudah di musyawarahkan. Walau
di dalam demokrasi rakyat adalah pemimpin tapi salah satu dari mereka ada yang
berkewajiban menyimpan aspirasi rakyatnya dan siap membela/membantu rakyatnya
agar sejahtera. Contoh aplikasi dalam kehidupan adalah kita memilih pemimpin
yang bijaksana lewat pemilu yang diadakan seluruh daerah dan pemimpin tersebut
akan menjabat sebagai presiden yang akan dibantu oleh wakilnya. Pemimpin
tersebut akan melanjutkan proyek serta menyelesaikan masalah-masalah yang ada
di Indonesia itu sendiri dan siap menyejahterakan rakyatnya agar bisa hidup
dengan adil dan sejahtera.
·
Keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sama seperti sila
kedua, rakyat Indonesia harus hidup dengan sebuah keadilan agar tidak ada
saling perbedaan antar sesama rakyat Indonesia. Keadian tersebut akan
menunjukkan bahwa semboyan “Bhineka tunggal ika” itu benar-benar nyata dan
hidup karena jika Indonesia hanya bersatu tapi tidak hidup dalam sebuah
keadilan maka buat apa semboyan itu dibuat. Maka pada sila kelima ini
mengartikan bahwa kehidupan sosial harus berdampingan dengan keadilan. Dengan
keadilan semua orang akan hidup adil dan bisa saling berbagi satu sama lain. Aplikasi
dalam kehidupan adalah dengan saling memberi rezeki yang kita punya kepada
fakir miskin. Hidup saling berbagi itu juga termasuk adil karena rezeki kita
bukan hanya milik kita saja tapi milik orang lain juga dan membaginya dengan
cara kita beramal.
Intinya adalah bahwa
pancasila sudah memberikan aturan-aturan dalam berbagai aspek kehidupan di
Indonesia. Pengaplikasian dalam kehidupan dapat dijalankan tergantung rakyatnya
itu sendiri apakah mau atau tidak dalam mematuhi dan siap menjalankan asas-asas
di pancasila.
2. Berketuhanan YME
Di dalam hidup
bersosial mempunyai agama itu hal wajib karena agama sudah menjadi pedoman dan
fondasi. Agama mewajibkan kita mematuhi aturan yang tak boleh dilanggar.
Hukuman di agama berupa dosa, dan dosa tersebut dapat berkurang jika kita
memohon ampun pada tuhan dan tidak melakukan dosa itu lagi. Bagaimana dengan
orang yang tidak mempunyai agama/tidak mempercayai adanya tuhan? Mungkin mereka
terlalu memakai akal pikiran sehingga pintu hati mereka tidak terbuka, jika
mereka mempercayai adanya tuhan dan hidup beragama hidup mereka akan selalu
sejahtera karena mengikuti aturan yang sudah tertera dalam agama tersebut.
Orang-orang yang tidak mempunyai agama biasanya melegalkan segala cara untuk
memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu kehidupan beragama di kalangan makhluk
sosial itu sangat perlu agar lebih teratur. Contoh pengaplikasian dalam
kehidupan adalah dengan menghargai agama lain, membaur, dan tidak memutuskan
tali silaturahmi.
3. Berwawasan yang komprehensif
Definisi Komprehensif
menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah lingkup yang luas. Pengertian dari
komprehensif adalah suatu hal yang bersifat mampu untuk menerima dengan baik
(sumber: http://www.pengertianmenurutparaahli.com/pengertian-komprehensif/). Sementara wawasan itu sendiri
berarti pandangan/tinjauan. Jadi berwawasan yang komprehensif berarti padangan
dalam suatu lingkup yang luas. Jadi mempunyai wawasan yang sangatlah penting
dikalangan makhluk sosial. Karena semakin luas wawasan semakin mampu menerima
kita menerima hal-hal yang baik. Contoh aplikasi dalam kehidupan adalah di
kehidupan sosial bermasyarakat dengan luasnya wawasan kita, kita dapat memilah
perilaku-perilaku yang dapat dicontohkan dan mana yang tidak. Dan dengan
wawasan tersebut kita dapat menambah ilmu-ilmu yang baru di kehidupan sosial.
4. Wawasan budaya
Pendefinisian wawasan
budaya menurut pendapat saya adalah pandangan ilmu terhadap kebudayaan sosial
di masyarakat. Dengan mempelajari wawasan kebudayaan di kalangan masyarakat
kita dapat menambah ilmu-ilmu baru yang tidak kita ketahui sebelumnya berupa
adat,tata tertib, dan ciri khas suatu masyarakat. Contoh pengaplikasian dalam
kehidupan adalah kita mendatangi suatu kelompok masyarakat dengan budaya baru
yang belom kita ketahui, kita datang untuk mempelajarinya dan mencoba
membandingkan dengan budaya-budaya masyarakat lainnya. Semakin luas wawasan budaya
kita semakin kita mengerti bahwa banyak budaya-budaya kita beraneka ragam
dikalangan masyarakat.
II.
Perbedaan
dan Persamaan Ilmu Sosial Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial
Seperti kita tahu
bahwa Ilmu Sosial Dasar dengan Ilmu Pengetahuan Sosial itu hampir sama karena
sama-sama mempelajari kehidupan sosial di masyarakat. Di IPS kita mempelajari
ilmu sosial di pelajaran Sosiologi. Persamaan dari ISD dengan IPS adalah
sama-sama mengkaji ilmu-ilmu sosial dikalangan masyarakat. Contoh aplikasi
dalam kehidupan masyarakat adalah beberapa definisi dari ilmu-ilmu yang tertera
di ISD dan IPS sama-sama mengelompokkan masyarakat berdasarkan
perilaku-perilaku mereka. Perbedaan ISD dengan IPS adalah ISD lebih fokus pada
dasar ilmu sosial dikalangan masyarakat. Sementara IPS tidak hanya mengkaji
ilmu sosial tetapi juga mengkaji ilmu-ilmu sejarah peradaban manusia,
perkembangan ekonomi di kalangan masyarakat, dan mempelajari perkembangan bumi
hingga ke dasar-dasar letak geografis bumi.