Jumat, 15 April 2016

Tugas Ilmu Budaya Dasar (Cara menghadapi dilema dalam mengambil keputusan)

Setiap manusia selalu mengambil keputusan saat diberi pilihan banyak. Seperti halnya diberi pilihan untuk melanjutkan kuliah atau tidak, atau mengambil pekerjaan yang ini apa yang itu. Semua harus diambil dengan keputusan. Dan kadang terasa dilema untuk mengambil keputusan itu, karena disetiap keputusan banyak sekali positif dan negatifnya, tetapi itu dapat diatasi jika kita sudah siap dalam mengambil keputusan tersebut dan tau semua akibat-akibatnya. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah keputusan yaitu:
1. Tujuan setelah mengambil keputusan
2. Kondisi
3. Posisi setelah kita mengambil keputusan
4. Masalah setelah kita mengambil keputusan tersebut

Lalu bagaimana cara menghadapi keputusan-keputusan tersebut? menurut pengalaman saya, saya pernah berpikir apa yang akan saya lakukan setelah lulus SMA, melanjuti kuliah atau tidak... tetapi saya berpikir bahwa kalau saya tidak melanjutkan kuliah mungkin saya akan menganggur dan tak punya aktivitas-aktivitas seperti halnya membuang-buang waktu. Lalu kalau saya menganbil kuliah mungkin saya akan melanjutkan studi saya sesuai jurusan yang saya ambil dan menetapkan studi saya dengan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan saya. Tetapi dari semua keputusan yang saya ambil banyak sekali positif dan negatifnya, mungkin kalau saya mengambil kuliah saya akan merasa lelah, waktu main berkurang, dan banyak tugas yang harus dikerjakan tetapi inilah resiko yang harus diambil. Lalu bagaiman jika tidak mengambil keputusan kuliah? mungkins saya setiap hari merasa tidak perlu ada pekerjaan yang harus saya kerjakan tetapi waktu saya akan terbuang sia-sia jika seperti ini. Jadi saya mengambil keputusan kuliah walaupun resikonya seperti itu. Jadi dalam mengambil keputusan kita harus mengutamakan tujuan-tujuannya, kemudian kondisi-kondisi saat mengambil keputusan itu dan mengetahui resiko-resikonya. Dan yang terpenting adalah jangan menyia-nyiakan waktu hanya untuk mengambil sebuah keputusan.

Ilmu Budaya Dasar (Manusia dan Penderitaan)

Manusia dan Penderitaan
Di dunia ini manusia sering sekali merasakan yang namanya penderitaan. Penderitaan itu ditanggung oleh masing-masing individu maupun dalam kelompok. Dalam definisinya derita itu berarti menanggung atau merasakan sesuatu yang sangat tidak menyenangkan. Penderitaan itu datang dari luar lingkungan maupun dalam lingkungan. Seperti contoh di luar lingkungan yaitu pembulian, cemoohan orang, dll. Sementara dari dalam lingkungan yaitu masalah dalam keluarga, stress karena pekerjaan, dll.

Penderitaan akan selalu hadir di kehidupan kita walaupun kita selalu bersyukur, merasa bahagia, dll tetapi penderitaan akan muncul disaat keadaan tidak tepat maupun keadaan yang tepat. Lalu bagaimana solusi untuk mengatasi penderitaan ini? Banyak sekali yang dilakukan untuk mengatasi rasa penderitaan ini. Antara lain:

1. Selalu mendekatkan diri pada Tuhan. Penderitaan kita akan berkurang jika kita mengikuti aturan-aturan-Nya dan selalu bersyukur dengan nikmat yang diberikan. Dengan ini penderitaan kita dapat berkurang.
2. Melakukan hal-hal baik agar penderitaan kita berkurang dan begitu juga kepada orang-orang sekitar kita agar penderitaan mereka juga dapat berkurang. Saling berbagi hal-hal yang baik akan saling dapat mendukung dan membantu jika orang-orang sekitar menderita.
3. Dapat memotivasi diri sendiri bahwa penderitaan kita dapat membuat kita lebih maju. Kita dapat survive dan optimis bahwa penderitaan itu akan selalu berakhir pendek, tidak berakhir panjang.

Penderitaan juga ada pengaruhnya, baik positif maupun negatif
1. Pengaruh Positif
Orang-orang yang menderita dapat selalu bertahan dan tau bagaimana cara mengatasi penderitaannya. Selalu berpikir positif dan optimis jika dia menderita. Kemudian penderitaan tersebut dapat menjadi hal yang bisa dijadikan motivasi diri untuk menjauhkan hal-hal yang membuat ia menderita.

2. Pengaruh Negatif
Pengaruh negatifnya sangat banyak seperti kekecewaan, putus asa, rasa ingin mengakhiri hidupnya, dll. Pengaruh negatif akan selalu muncul disaat penderitaan ini muncul di kehidupan orang-orang.